PERNIKAHAN CAMPURAN LELUHUR KARO DAN SIMALUNGUN

Ringkasan Sejarah Pernikahan Leluhur Halak Simalungun Dengan Karo

oleh: Masrul Purba Dasuha

SATU
Tuan Timbangan Raja Purba Tambak yang didudukkan sebagai penguasa di Silou Dunia dan merangkap sebagai panglima perang (Raja Goraha) Kerajaan Silou menikah dengan puteri Sibayak Pintu Banua (saudara dari Sibayak Jambur Lige) bernama Bunga Ncolei boru Karokaro Barus. Sejak masa pemerintahan Tuan Bedar Maralam, Kerajaan Dolog Silou Dunia yang pada masa itu beristana di Dolog Merawang, Silou Kaheian menjenguk permaisuri ke Kerajaan Raya. Pada masa berikutnya Karokaro Barus beralih menjadi anak boru dari Purba Tambak dan kalangan Tarigan Tambak yang berdiam di perbatasan daerah Simalungun-Karo tetap menjadikan Karokaro Barus sebagai kalimbubu.

DUA
Sebelumnya keturunan Purba Tambak yang berdiam di Tambak Bawang ada yang menikah dengan salah seorang puteri dari Sukanalu boru Sembiring Meliala, keturunannyalah Tarigan Tambak di Sukanalu dan Kebayaken. Adapun sebagian besar Tarigan Tambak di Tambak Bawang adalah keturunan Oppung Nengel yang juga merupakan keturunan dari puteri Sukanalu ini. Dari Tambak Bawang ini Tarigan Tambak menyebar ke kampung Bawang dan Ujung Bawang Kecamatan Dolog Silou.


TIGA
Marga Munthe dari Tongging dan Ajinembah (Simalungun: Aji Sinumbah) selama beberapa generasi mengambil isteri puteri Kerajaan Purba (Purba Pakpak) baik puteri raja langsung (panak boru) di Pamatang Purba, maupun dari Partuanon Purba Hinalang, dan Parbapaan Hinalang. Si Pining Sori (Munthe Tongging dan Ajinembah menyebutnya Si Raja Sori) yang merupakan leluhur Raja Raya merupakan keponakan (panogolan) Raja Purba. Kehadiran Si Pining Sori ke Raya Simbolon didasari akibat adanya konflik keluarga di Ajinembah, sebelum dia hijrah ke Raya Simbolon dia pernah berkunjung menemui pamannya Raja Purba di Pamatang Purba bersama dengan tujuh orang Juakjuak. Dalam perjalanannya menuju Raya Simbolon, dia bersama rombongannya sempat singgah dan menetap di kampung Garingging, kemudian meneruskan perjalanan hingga sampai Tingkos (Cingkes), salah seorang keturunan marga Purba Sigumondrong bergabung dalam rombongan mereka. Dari Tingkos mereka kemudian melintasi Purba Tua lalu sampai di Hinalang, salah seorang keturunan marga Sitopu di Hinalang juga tertarik mengikuti rombongan mereka. Dari sinilah awal kisah adanya Purba Sigumondrong dan Sitopu di Raya. Sesampainya di Raya Simbolon, Tuan Sipining Sori menemukan Saragih Sumbayak telah menjadi penguasa di Raya Tongah. Di Sipoldas dan Silampuyang sudah ada Saragih Sipoldas, Saragih Sidabuhit dan Saragih Sidauruk (dari daerah Sipoldas, salah seorang keturunan Saragih Sidauruk hijrah ke Simanondo).

EMPAT
Munthe dari Ajinembah merupakan tondong (Karo: kalimbubu) dari leluhur Karokaro Barus dan Karokaro Sitepu, sedangkan Munthe dari Tongging dan Ajinembah adalah tondong dari Purba Girsang di Si Lima Huta, hal inilah yang mendasari adanya tanah Purba Girsang di Tongging dan sekitar Si Pitu Huta Kecamatan Merek. Keturunan Purba Girsang yang menikah dengan boru Munthe dari Ajinembah disebut-sebut adalah manusia bunian yang sakti ahli penawar racun. Dari sinilah awal kisah lahirnya legenda Tarigan keturunan umang di tanah Karo yang sebenarnya hanya merujuk pada keturunan Purba Girsang/Tarigan Girsang/ Tarigan Gersang.

LIMA
Tondong pertama leluhur Munthe adalah marga Damanik Pasei dari Kerajaan Nagur, demikian juga Sembiring Meliala (dalam cerita rakyat Karo dikenal kisah Beru Ginting Pase yang meminta bantuan panglima bermarga Sembiring Meliala dari Sarinembah untuk mengkudeta Raja Nagur yang berkedudukan di Kuta Pase). Setelah Nagur mengalami kemunduran, marga Munthe mengambil isteri dari Kerajaan Purba (Purba Pakpak) seperti yang saya uraikan di atas. Marga Munthe merupakan leluhur marga Sigalingging dan Sitanggang, keturunan Sigalingging menjadi Saragih Garingging, Saragih Sitanggang, dan Saragih Manihuruk di Simalungun, di Karo keturunannya adalahGinting Manik.

ENAM
Beberapa orang keturunan Purba Pakpak dari Parbapaan Hinalang mengambil isteri boru Karokaro Sinulingga, Karokaro Barus, dan Karokaro Sitepu dari Sukanalu, keturunan Purba Pakpak dari Hinalang ini pada zaman dahulu sering berniaga kerbau ke Sukanalu dan daerah Karo yang lain. Dari sinilah awal kisah adanya marga Lingga dan Sitopu di Simalungun yang merupakan keturunan dari Karokaro Sinulingga dan Karokaro Sitepu dari Sukanalu. Sedangkan Karokaro Barus di Simalungun menyatu ke dalam marga Lingga dan berinduk ke dalam marga Sinaga, pasca revolusi sosial tahun 1946 ketiga marga ini memisahkan diri dari Sinaga dan menjadi marga yang mandiri.

Komentar

  1. Suku Karo tak mengenal MARGA tapi MERGA yang berasal dari kata MEHERGA/ MERGA yang berarti mahal karena anak laki-laki itu penerus keluarga.Suku Karo punya MERGA SILIMA yaitu Karokaro, Tarigan, Ginting, Peranginangin dan Sembiring dimana ada 2 merga berbeda yaitu merga Peranginangin boleh menikah sesama cabang merga Peranginangin (sub merga tertentu) dan satu lagi merga Sembiring yang terbagi menjadi dua yaitu yang makan b1/anjing tidak boleh menikah sesama cabang merga Sembiring dan yang pantang makan b1/anjing boleh menikah sesama cabang merga Sembiring.bujur ras mejuah-juah man kita kerina Kalak KARO tanpa embel-embel pembatak2kan dgn LOGIKA dan fakta 🙏
    Dalam budaya dan bahasa Karo, mberu memiliki arti cantik, molek, dan indah. Kata dasar ini yang membentuk istilah beru.
    Inilah BERU👍

    BalasHapus
  2. batak percaya ini bukan????
    # mereka adalah keturunan telor yang diberikan para dewa batak.
    # telor tersebut dan menetaskan 3 orang laki-laki.
    # dari ketiga laki2 tadi setelah diberikan 3 perempuan dari para dewa batak lahirlah bangsa batak.
    # dari keturunan itu muncul raja batak yang menurunkan semua MARGA2 di didunia ini.
    # dari MARGA2 tersebut dibuatlah tarombo batak, bahasa batak,adat batak dll.
    ini benar kepercayaan batak bukan???
    BUJUR RAS MEJUAH-JUAH SUKU KARO TAK PERCAYA OMONG KOSONG TERSEBUT 👍
    Batak adalah manusia yang percaya mereka adalah keturunan dewa batak atau raja batak dan percaya pada tarombo batak dimana raja batak adalah manusia pertama di dunia ini ( itu kepercayaan agama PARMALIM). orang yang mengaku beragama kristen atau Islam tidak mungkin mengaku sebagai keturunan dewa batak atau raja batak sebab mereka pasti keturunan ADAM dan HAWA.
    orang yang mengaku sebagai keturunan dewa batak atau raja batak atau bagian dari tarombo batak dimana raja batak sebagai manusia pertama di dunia ini (bukan ADAM dan HAWA) tidak mungkin beragama kristen atau Islam, mereka pasti beragama PARMALIM.
    MEJUAH-JUAH dari SUKU KARO keturunan Adam dan hawa dari India selatan.jelas bukan Batak jelas bukan PARMALIM dan bukan suku ciptaan penjajah Belanda dan Eropa kenyataan cuma Toba atau Teba 🙏
    Salahkah ini?????

    BalasHapus
  3. Terbatak dalam bahasa SUKU KARO berarti kesurupan.
    Kesurupan berarti masuk roh.
    Roh arti dalam bahasa SUKU KARO disebut BEGU.
    Batak dalam bahasa SUKU PAKPAK adalah B2, mohon jangan marah tapi dalam bahasa SUKU PAKPAK itulah artinya.
    Ini benar bukan????
    Bujur ras mejuah-juah man kita kerina Kalak KARO SUKU KARO, DIBATA simasu2 kita kerina Kalak KARO SUKU KARO 👍 bukan bagian dari batak, bukan bagian dari tarombo batak.
    jelas kita bukan keturunan telor dewa batak dari Pusuk buhit sianjur mula2 ,kita keturunan Adam dan hawa dari India selatan 🙏

    BalasHapus
  4. MEJUAHJUAH , saya Karokaro Gurusinga Gaury bebere Tarigan Gersang Nagaseribu menikah dengan seorang perempuan ( sebelum menikah dengan saya) aslinya Beru Lubis bebere Simbolon.
    Pada sistem MERGA SILIMA sebuah pernikahan HARUS IKUT IMPAL atau menjadi anak kalimbubu( MAMA DAN MAMI ) bagi perempuan maka isteri saya menjadi TARIGAN GERSANG NAGASERIBU bebere KAROKARO GURUSINGA PERBATU ( menjadi anak kalimbubu,anak mama dan mami saya serta sama dgn impal saya dan ibu kandung saya.
    Sedang saya menjadi anak bengkila dan bibik dari isteri saya sama dgn impal istri saya ( karena yang menikahi bibik isteri saya yang Beru Lubis adalah merga Sitorus maka saya menjadi MERGA Sitorus dikampung isteri saya.
    Adat MERGA SILIMA perempuan menjadi anak dari kalimbubu laki-laki( impal dari laki-laki tsb)dan laki-laki menjadi anak bengkila dan bibik dari perempuan( impal dari perempuan tsb),suku Karo tak mengenal persamaan MERGA SILIMA dgn suku lain ( maaf Simalungun cuma punya 4 MERGA UTAMA SINAGA, SARAGIH ,DAMANIK dan PURBA ( SISADAPUR ) dimana orang Toba atau Teba tidak tahu berapa MERGA UTAMA MEREKA dan MERGA SILIMA tak bisa cocok2an harus secara proses adat Karo) dan itulah adat Karo harus ikut IMPAL.
    Bujur ras mejuah-juah man kita kerina,KARO BUKAN BATAK 🙏👍

    BalasHapus
  5. MEJUAH-JUAH ITU SALAM KAMI SUKU KARO bukan bagian dari batak atau tarombo batak.
    Tatacara pemberian MERGA/BERU SILIMA KARO kepada orang yang bukan suku Karo karena akan melakukan pernikahan kepada orang SUKU KARO sesuai adat istiadat MERGA SILIMA KARO.
    Ketika seorang bersukukan Karo melaksanakan adat perkawinan, satu hal yang sering dilakukan adalah memberikan merga atau beru kepada salah satu pasangan dari luar Suku Karo termasuk dari Suku Batak.
    Pemberian merga atau beru ini biasanya juga berlaku kepada orang Batak yang menikah dengan orang Karo. Merga atau beru yang diberikan disesuaikan dengan merga atau beru impal yang dikawininya. Misalnya jika seorang wanita Batak boru Pangaribuan menikah dengan seoarang pria bersuku Karo bermerga Sinulingga beré Ginting (ibunya beru Ginting), maka boru Pangaribuan tersebut diberikan atapun dijadikan sebagai beru Ginting (wanita Batak itu disahkan sebagai Suku Karo), dengan cara diserahkan dulu kepada/siapa yang menjadi orangtuanya. Karena itu ia sudah mendapat beru dari orangtuanya itu, sekaligus sudah punya kerabat (sangkep nggeluh) berdasarkan seperti biasanya sebagai orang Karo.

    Di lain waktu jika ada orang lain yang boru Pangaribuan menikah dengan merga Tarigan, maka bisa saja boru Pangaribuan itu diberi beru Sembiring karena Tarigan itu beberé Sembiring, kemudian bisa juga ada marga Pangaribuan diberi marga Tarigan karena menikahi beru Surbakti karena impalnya si beru Surbakti bermerga Tarigan.
    Contoh tersebut nyata-nyata banyak terjadi di masyarakat, bahwa pemberian merga atau beru kepada orang Batak tidak konsisten dan tidak kontinuitas, atau tidak berlaku permanen, namun tergantung siapa impal yang dinikahinya tersebut. Oleh karena itu, jelas Tarombo Siraja Batak dan tarombo punguan marga-marga Batak yang memasukkan merga-merga Karo kedalamnya tidak dapat berlaku secara kontiniutas pada Suku Karo, namun berubah-ubah menurut kepentingaannya.
    bujur ras mejuah-juah man kita kerina Kalak KARO bukan bagian dari batak atau tarombo batak 🙏

    BalasHapus
  6. Aku Karokaro Gurusinga Gaury bebere Tarigan Gersang Nagaseribu aku Kalak Karo bukan batak karo apalagi suku batak hanya SUKU KARO tanpa embel-embel batak.istilah batak adalah ciptaan musafir2 barat,misionaris Belanda dan Jerman serta pemerintah kolonial Belanda untuk propaganda politik adu domba demi penjajahan Belanda. mohon baca peraturan Gubernur Sumatra Utara tahun 2023 no 8 pasal 5 c ttg keberagaman suku yang batak cuma batak toba ( TEBA) baca sebelum komentar.
    Baca dan tonton....
    1.Dr ICHWAN AZHARI sejarawan UNIMED ttg sejarah istilah batak.
    2.baca buku PIJERPODI SEMPA SITEPU ttg mitologi Karo dari India.
    3.Prof ULI KOZOK ahli linguistik ttg bahasa Karo adalah bahasa tertua dan paling original.
    4.Prof HERAWATI dari lembaga EIJKMAN peraih penghargaan Nobel ttg DNA masyarakat Nusantara Suku Karo memiliki DNA dravida India.
    5.pemerhati penelitian DNA Edward Simanungkalit orang Toba yang menolak batak melalui hasil penelitian ttg DNA masyarakat Nusantara.
    6.batak itu cuma batak toba , mohon baca peraturan pemerintah Sumatra Utara tahun 2023 no 8 pasal 5 c ttg keberagaman suku .baca sebelum komentar, banyak belajar dan bebaskan diri dari doktrin proganda penjajah kolonial Belanda.
    Bujur ras mejuah-juah man kita kerina Kalak KARO pasti bukan batak 👍🙏

    BalasHapus
  7. 4 tutur kekerabatan SUKU KARO MERGA SILIMA :
    1# SEMBUYAK ( satu MERGA satu keturunan AYAH/KAKEK dan beda MERGA tapi satu IBU ).
    2# SENINA ( satu MERGA atau satu kelompok MERGA2 tapi bukan satu keturunan ).
    3# KALIMBUBU ( orang/ kelompok MERGA dan MERGA2 pemberi saudara perempuannya sbg ISTRI/IBU/NENEK kita ).
    4# ANAK BERU (orang/kelompok MERGA2 penerima saudara perempuan kita sbg ISTRI/IBU/NENEK mereka).
    Inilah yang disebut sekarang ini RAKUT SITELU yaitu TIGA YANG DIIKAT SATU OLEH SATU PENGIKAT (3+1).
    Anda bisa setuju atau tidak tapi 4 pihak diatas adalah yang utama dimana setiap pihak tidak bisa diwakili oleh pihak yang lainnya sebab semua punya PRINSIP yang berbeda satu sama lain.
    BUJUR RAS MEJUAH-JUAH DARI SUKU KARO 👍👍👍

    BalasHapus

Posting Komentar

POPULER POST

SILSILAH TOGA SIMAMORA BERBAGAI VERSI

SILSILAH GIRSANG

PINAR SIMALUNGUN

Patuturan Dalam Ke Kerabatan Suku Simalungun

TAROMBO MARGA GIRSANG

GIRSANG Vs LUMBAN TORUAN HARIARA

SEJARAH LAHIRNYA MARGA TARIGAN

Umpasa Namarpariban

PESTA TUGU GIRSANG 2017

Radja Radja Simalungun