Postingan

Keturunan Girsang Datu Balutan Dilarang Makan Daging Rusa

Gambar
  Seminar Sejarah dan Silsilah Marga Girsang yang dilaksanakan, Sabtu (25/1) di Le Polonia Hotel Medan ‘melahirkan’ empat keputusan penting yang mengikat, mengarahkan dan menopang sekaligus mengawal perjalanan organisasi Parsadaan Girsang, Boru, Panogolan (PGBP) Indonesia/Dunia ke depan. Seminar yang dipandu oleh St Bukti Girsang itu diawali dengan sambutan dari ketua panitia Juster Girsang, SH,MH. Ketua Umum PGBP Drs Maruli Girsang. Pembina DPP PGBP DR Djaniko Girsang, SH, M.Hum dan Dr.Junimart Girsang, SH, MBA, MH. Seminar resmi dibuka setelah pemukulan Gong oleh Junimart Girsang yang didampingi St SC Girsang, DR Polentyno Girsang, Jonar Girsang, SE Juster Girsang, SH,MH., Drs Maruli Girsang. DR.Djaniko Girsang, SH, M.Hum dan Japorman Saragih, SH selaku tokoh masyarakat sumut dan pengurus wilayah dan cabang serta sesepuh PGBP lainnya. Tim sejarah yang terdiri dari  Juster Girsang, SH,MH, Ir.Simson Girsang dan (alm) Ir.Jannerson Girsang sudah bekerja selama dua tahun untuk me...

Dokumen Pengamanan Pesta Tugu Girsang Boru Manik Tahun 2017

Gambar
Kapolres Dairi  DEDY TABRANI, S.I.K, M.Si  melalui personil Polsek Sumbul dibawah pimpinan Kapolsek Sumbul AKP SAYUTI MALIK dan Personil Polres Dairi yang dipimpin oleh Kbo Sat Narkoba IPDA SUMITRO MANURUNG melaksanakan kegiatan pengamanan pesta ulang tahun Tugu Girsang/Boru Manik se Indonesia/Mancanegara tahun 2017 di Bukit Lehu Desa Bukit Tinggi Kecamatan Pegagan Hilir Kabupaten Dairi pada hari minggu tanggal 09 juli 2017 pukul 08.00 Wib sampai dengan selesai. Acara tersebut mengambil tema Girsang Bersatu Tanpa Membedakan Suku, Budaya Dan Agama dan  subtema dengan perayaan pesta ulang tahun Tugu Girsang/Boru Manik, kita jadikan sebagai wadah kebinekaan dan keutuhan sesama marga Girsang/Tarigan Girsang. Dalam kesempatan tersebut turut hadir H. ANWAR SANI TARIGAN, Keturunan marga Girsang/Tarigan Kab. Dairi, Tarigan Girsang, Boru/Panogolan Se- Indonesia/Manca Negara. Pelaksanaan pengamanan yang dilaksanakan personil meliputi dari lokasi parkir, pintu masuk dan tenda VIP pa...

Silsilah Marga Girsang Hasil Seminar PGBPI

Gambar
Silsilah Resmi  Marga Girsang  Hasil  Seminar PGBPI  Dan Penyelusuran Tim Sejarah ke berbagai daerah dan sesuai dengan Dokumen dokumen yang ada dalam pustaka Marga Girsang dan  Marga marga batak  sebagai pembanding dari masa kemasa  Oleh Tim Sejarah PGBPI : 1.Juster Girsang 2.Simson Girsang 3.Janerson Girsang

Penyebaran Marga Girsang Keberbagai Daerah di Sumatera Utara

Gambar
BAB VIII  Dari Buku Tarombo Silsilah Marga Girsang  Hasil Seminar Resmi PGBPI Oleh Tim Penulis Penulis Sejarah :  1. JUSTER GIRSANG 2. SIMSON GIRSANG 3. JANERSON GIRSANG MASA PERSERAKAN MARGA GIRSANG KE BERBAGAI DAERAH LAINNYA Pada masa akhir kekuasaan TUAN GUNTAR berkuasa di Nagasaribu terjadi bala kelaparan di Simalungun Atas. Terjadi masa sulit di Nagasaribu karena 

Oppung Sulian Nabolon Girsang Membentuk Kerajaannya Di Ujung Saribu

Gambar
BAB VII SEJARAH DAN SILSILAH MARGA GIRSANG Anak Tuan Panjang ada empat yaitu AYAK, ADANG, GUNTAR, SULIAN NABOLON. Setelah meninggalnya Tuan Panjang, kekuasaannya di Nagasaribu beralih kepada TUAN GUNTAR parjolma 16 (enam belas).  Makam Oppung Girsang Parjolma 16 Di Desa  Nagasaribu Pematang Silimahuta - Simalungun

Kehidupan Oppung Tuan Panjang GIrsang Di Tanah Simalungun Tahun 1770

Pada masa itu kehidupan di Simalungun Atas belum banyak di huni oleh manusia, masih hutan belantara yang sulit dilalui manusia, Padang Ilalang, dan tumbuhan liar menutupi seluruh permukaan bumi, demikian juga binatang liar seperti Harimau, babi hutan,Gajah dan Rusa masih bebas berkeliaran.

Pengantar Sejarah Tuan Lobe Girsang Di Ujung Saribu

 Sudah lama berkehendak mengabadikan sejarah marga Girsang dari Lehu ke Nagasaribu dan khususnya keturunan Tuan Lobe, yang selama ini lebih banyak orang diluar marga Girsang menulis tentang sejarah atau cerita tentang marga Girsang, sehingga apapun yang diceritakan diluar marga Girsang seolah olah cerita itu benar karena tidak ada yang menyela atau yang membantah maupun menolak ketidak benaran sejarah atau cerita tersebut, sehingga terjadi kontraversi dikalangan marga Girsang itu sendiri, karena tidak sesuai dengan pendekatan hikayat yang ada dan runutan sejarah yang sebenarnya, sehingga pendapat demikian itu di naifkan. Keinginan untuk menulis buku ini merupakan pengharapan kepada pembaca khususnya generasi marga Girsang biar dapat memahami sejarah dan perjuangan nenek moyang marga Girsang di masa lalu.Dengan tersusunnya buku ini adalah merupakan kumpulan dari fakta fakta sejarah dari berbagai rangkaian masa kemasa dan peristiwa dalam kehidupan nenek moyang kita, tentu banyak manf...