Postingan

DERMAGA DAN JALAN LINGKAR TONGGING AKAN DI BANGUN

Bupati Karo Dukung Branding Pemasaran Danau Toba Kabanjahe,Sumatera Utara Danau Toba merupakan salah satu keajaiban alam yang menakjubkan di Pulau Sumatera. Sulit untuk membayangkan pemandangan lain yang lebih indah untuk dikunjungi di Sumatra Utara selain tempat ini. Namun demikian, branding pemasaran Danau Toba, salah satu dari 10 destinasi wisata prioritas yang masuk kawasan strategis pariwisata nasional (KSPN) dianggap semakin mendesak untuk mempermudah pemasaran objek wisata Danau Toba. Hal itu diungkapkan Deputy CEO PT Markplus, Jacky Mussry didampingi staf Account Manajer CEO PT Markplus Afie, Senin (8/1), di gedung G Kementerian PU PR, Jakarta, saat menerima penyerahan branding Danau Toba yang telah disetujui dan ditandatangani Bupati Karo Terkelin Brahmana SH. Dalam melakukan branding, sambung Jacky Mussry, peran humas perusahaan, lebih dominan dalam usaha untuk membangun dan mempertahankan reputasi, citra brand melalui komunikasi hubungan masyarakat yang baik dan b...

SEJARAH LAHIRNYA MARGA TARIGAN

Marga Tarigan merupakan salah satu marga Suku Batak Karo yang mendiami wilayah di perbatasan Simalungun dan Karo yaitu Dolog Silou, marga ini merupakan marga hasil transisi dari marga Purba di perbatasan. Mereka tidak memiliki tanah ulayat di tanah Karo dan juga tidak pernah menjadi penguasa seperti Raja Urung mauoun Sibayak, karena statusnya di Simalungun pemilik tanah di Tanah Karo sekarang tidak dapat membuat mereka berhasil.  Namun eksistensi mereka adalah bagian dari suku Karo dan termasuk dalam himpunan Merga Silima. Meskipun demikian identitas kesimalungunannya tidak begitu banyak, masih banyak di antara mereka yang mahirintasi Simalungun dan juga keluar dari adat istiadat Simalungun.  Salah seorang pengetua adat di Simpang Bage bermarga Girsang menceritakan bahwa marga Tarigan ini awalnya berawal dari seorang pemuda bermarga Purba yang diminta oleh raja Nagur marga damanik untuk perselisihan wilayah Dolog Silou yang melibatkan Naga Saribu.  Oleh raja disuru...

SILSILAH MARGA CIBRO

Silsilah Marga Cibro Oleh Dian Cibro Sebuah daerah yang disebut Bebesen yang saat ini menjadi sebuah kecamatan di Aceh Tengah yang memiliki beberapa marga yang dalam bahasa Gayo sendiri disebut “belah”.  Marga atau Belah di daerah ini adalah Cibro, Melala, Munte dan Tebe. Penyebaran suku Gayo ke Takengon sudah berlangsung sejak ribuan tahun silam, namun sedikit saya menulis dengan merangkum dari berbagai media dan berbagai sumber tentang asal muasal belah atau marga di Daerah Bebesen, Gayo, Kabupaten Aceh Tengah. Kisah yang terdapat dalam sya’ir Gayo menyebutkan bahwa, pada masa silam seorang Raja Samosir pernah bermimpi yang dalam mimpi tersebut sang raja melihat seorang wanita yang mengeluarkan sinar dari dahinya yang berada di arah sebelah barat Kerajaan. Merasa penting untuk dijelaskan, sang raja mengumpulkan para prajurit dan penasehat kerajaan. Tidak dijelaskan tahun berapa hal ini terjadi dan Agama apa yang sedang di anut oleh kerajaan dan Sang Raja yang merasa te...

Kisah Purba Pakpak Dan Girsang

Gambar
KELANJUTAN SEJARAH PURBA HINALANG Purba Hinalang Merupakan Bagian Integral dari Hinalang dan Kerajaan Purba – bagian kedua Oleh: Bapa Frans Purba Bapa Frans Purba: Penutur Sejarah Purba Hinalang Sebagaimana disebut terdahulu,  Purba Hinalang adalah bagian integral dari HINALANG –  juga adalah BAGIAN INTEGRAL dari KERAJAAN PURBA. ( Silahkan baca artikel sebelumnya: Sejarah Purba Hinalang bagian Pertama ) Seperti yang kita ketahui bahwa  struktur pemerintahan  Kerajaan Purba terdiri dari: NAGODANG –  Dewan Penasihat RUMAH TONGAH/PARTONGAH ANAK BORU GAMOT Kemudian ada PARBAPAON –  Partuanon-partuanon Senior : TUAN HINALANG TUAN NAGORI TUAN HUTA RAJA TUAN SARIBU JANDI TUAN SIBORO Kerajaan Purba meliputi 38 Partuanon.   Uniknya semua Partuanon tersebut mempunyai rasa  hasuhutan  yang sangat kental. Partuanon tersebut adalah sebagai berikut:

KISAH GIRSANG

Suatu malam, ketika penulis hendak menulis tetang marga Girsang di Lehu, penulis menemukan seperti yang penulis duga sebelumnya, sehingga membuat penulis tertawa terhabak-bahak sendiri setelah membacanya. Kisah itu penulis temukan di dalam buku: “PUSTAHA BATAK: Tarombo dohot Turiturian ni Bangso Batak” yang ditulis oleh W.M. Hutagalung (1926:197-201) sebagai berikut: Dikisahkan bahwa Siboro, anak dari Purba, memiliki keturunan dari Guru Tentangniaji sebanyak dua orang anak bernama  Raja Langit  dan  Raja Ursa  yang pergi jalan-jalan ke arah Dairi. Sesampainya di Tungtungbatu, kawinlah  Raja Langit dan lahirlah anaknya bernama Tungtungbatu, yang menurunkan marga Purba di situ. Sedang  Raja Ursa  pergi ke Lehu dan kawin di sana hingga memperoleh anak bernama Raja Lehu, yang menurunkan marga Purba di situ. Kemudian mereka berangkat ke Simalungun dan  Raja Langit  menetap di Langgiung Purba dan kawin di sana. Lahirlah anaknya dua orang...

TAROMBO MARGA GIRSANG

Gambar
Tugu Persatuan Girsang Bukit Lehu - Dairi Sumatera Utara TOGA SIMAMORA  memperanakkan tiga orang : - TOGA PURBA - TOGA MANALU dan - TOGA DEBATARAJA TOGA PURBA Memperanakkan : 1. Si Raja PURBA  PANTOM HOBOL 2. Si Raja PURBA  PARHORBO  (keturunan Parhorbo yaitu keturunan OP. BADIPORHAS dan OP.RAJA SIHODA berada di Simalungun) 3. Si Raja  PURBA SIGULANG BATU  ( hasusuran Girsang) RAJA PURBA SIGULANGBATU meperanakkan 2 (dua) orang : 1. PARTALI GANJANG 2. GURU   SOTANGGUON Anak GURU SOTANGGUON ada  2 orang : 1. SOMALATE  (hasusuran Girsang) 2. DATU RAJIM ( Purba Sigulang Batu yang ada di Bakkara)

PESTA TUGU GIRSANG 2017

Gambar
Dengan Rahmat Tuhan yang Maha ESA  kita  Senantiasa Bersyukur Kepada Nya atas segala Berkat yang Dilimpahkan kepada Kita Keluarga Besar Girsang Semancanegara  Setelah sekian lama Kita tidak Mengadakan pesta Tahunan Peringatan Tugu GIRSANG Ada kerinduan yang Amat Sangat Mendalam  dan  Dengan keputusan Bersama Para tetua dan Generasi Muda Girsang  di Tahun 2017 ini kita mengadakan Pemugaran dan Sekaligus Mengadakan Pesta peringatan Tugu tersebut  Untuk mempersatukan  Dan memupuk Tali Persaudaraan  di antara kita Keluarga Besar Girsang Semancanegara dan sebagai  Penghormatan tertinggi Kita  Kepada  Para Leluhur dan Pendahulu Kita