Postingan

Marga Cibro - Cibero - Siboro

Sebuah daerah yang disebut Bebesen yang saat ini menjadi sebuah kecamatan di Aceh Tengah yang memiliki beberapa marga yang dalam bahasa Gayo sendiri disebut “belah”.  Marga atau Belah di daerah ini adalah Cibro, Melala, Munte dan Tebe. Penyebaran suku Gayo ke Takengon sudah berlangsung sejak ribuan tahun silam, namun sedikit saya menulis dengan merangkum dari berbagai media dan berbagai sumber tentang asal muasal belah atau marga di Daerah Bebesen, Gayo, Kabupaten Aceh Tengah. Kisah yang terdapat dalam sya’ir Gayo menyebutkan bahwa, pada masa silam seorang Raja Samosir pernah bermimpi yang dalam mimpi tersebut sang raja melihat seorang wanita yang mengeluarkan sinar dari dahinya yang berada di arah sebelah barat Kerajaan. Merasa penting untuk dijelaskan, sang raja mengumpulkan para prajurit dan penasehat kerajaan. Tidak dijelaskan tahun berapa hal ini terjadi dan Agama apa yang sedang di anut oleh kerajaan dan Sang Raja yang merasa tertantang untuk mencari wanita ini meng...

Kisah Marga Girsang

Gambar
Adapun marga Girsang, dari hasil investigasi penulis beberapa waktu yang lalu, di mana penulis menginterview salah seorang pengetua adat Pakpak marga Cibero. Ia menjelaskan bahwa Girsang adalah keturunan dari marga Cibero. Leluhur marga ini tinggal di sebuah bukit di kampung Lehu, 

PGBPI Mengadakan Seminar Silsilah Marga Girsang

Gambar
Pengurus PGBPI Medan Menggelar seminar Silsilah Marga Girsang. Kegiatan ini dilaksanakan di Hotel Polonia Medan, Sabtu 25/1/2020. Dalam kesempatan seminar ini Pembina PGBPI DR. Djaniko M H Girsang, SH., M.Hum memberikan sambutan pada pembukaan seminar tersebut. Adapun sambutan Pembina PGBPI tersebut sebagai berikut : Bangsa Indonesia dalam kesatuan wilayah bersifat politis yang selanjutnya dikenal dengan sebutan 'NKRI', yang terbentang dari Sabang hingga Merauke, dari  Miangas hingga Pulau Rote. Dibelah oleh Lintang 0° Garis Equator (Khatulistiwa), adalah merupakan kesatuan wilayah dengan posisi yang strategis sejak dahulu sampai saat ini.

Seminar Silsilah Marga Girsang

Gambar
Kesimpulan silsilah marga girsang Pada Seminar Marga Girsang 25 Januari 2020 di Hotel Le Polonia Medan  sebagai berikut : 1.Asal Nenek Moyang Girsang dari Lehu, 2.Lahirnya Op.Balutan Di Lehu, 3.Op.Balutan mengambil boru Manik dan lahir satu Putra bernama Sibayak leku, Dan Op.Balutan seorang yang mempunyai kepintaran dalam berburu suatu ketika meninggalkan istri dan anak di lehu.Dan sampai di Daerah Naga Saribu dan Op.Balutan menjadi seorang ahli dalam strategi, dan pada saat Naga Saribu di pimpin Raja Marga Sinaga beliau diminta menjadi tempat bertanya untuk kepentingan raja sinaga. Dan akhirnya Op.Balutan dikawinkan dengan Boru ni Raja Sinaga dan lahir 4 putra yakni : 1.Op.Litta Girsang, 2.Op.Doran Girsang, 3.Op.Binaga Sitara Girsang, 4.Op.Hara Girsang, Dan anak anak Op.Balutan menyebar ke berbagai daerah, dan dalam Buku Dapat kita baca dan agar di pesan kepada Pengarang. Dan Op.Balutan menikah lagi dengan br Sinaga (adik istri pertama) dikarunia 2 anak laki laki yakni...

Manfaat Buah Jeruk Purut

Gambar
       Pohon jeruk purut Hasil Tanaman sendiri                 dan  usia tanam sampai panen 1 sampai 3               tahun baru berbuah  (photo Bgirsang) Jeruk purut adalah tanaman perdu yang banyak dimanfaatkan oleh sebagian besar masyarakat Indonesia sebagai bumbu penyedap makanan. Banyak sekali nama yang digunakan untuk menyebut buah jeruk ini, diantaranya adalah Uttei Mukkur (Simalungun) Rimo mukur (karo) bahkan Di daerah Asia lain nya Jeruk purut mempunyai Nama nama lain seperti  Ma Kruut (Thailand), Kolobot (Filipina), Truc (Vietnam),      Buah jeruk purut Hasil panen dari Menanam          sendiri di pekarangan rumah  bukan                        gambar/photo dari internet Buah jeruk purut yang memiliki bentuk khas kulit keriput, tidak hanya bi...

Warga Desa Tongging Pasang Spanduk Dilarang Masuk Ke Air Terjun Sipisopiso

Gambar
Masyarakat Desa Tongging, Kecamatan Merek, Kabupaten Karo mengklaim jika tanah seluas 5 hektar di kawasan objek wisata Air Terjun Sipiso-piso merupakan milik warga dan masih dalam status sengketa dengan nomor perkara 278/G/2019/TUN Medan. Persoalan bermula dari klaim Desa Pangambatan Warga mengaku area Air Terjun Sipiso-piso Tongging adalah pemberian Turpuk Silima Ompu. Mereka keberatan, bila kawasan tersebut dibangun Pemkab Karo yang menggunakan dana APBD. “Kami khawatir, lahan itu diambil orang lain. Sehingga kami pasang spanduk,”ujar Kuasa Masyarakat Desa Tongging, Apul Manihuruk didampingi Kuasa Hukumnya Robianto Sembiring SH. MH, Sabtu (07/12/2019) sore.

Introspeksi Diri

1.Karena hidup ini singkat maka waktu           menjadi amat berharga bahkan                       terlampau berha rga untuk di lewatkan         begitu saja tanpa perbuatan yang                   bermanfaat bagi kehidupan 2. Beda antar orang yg arif bijaksana dan          orang biasa orang ug arif selalu                      kekurangan waktu kalau orang awam            selalu kelebihan waktu 3. Merenungi dan menyesali kepahitan yg        telah berlalu adalah membuang waktu          bahkan akan membuat diri semakin              murung membenci bahkan mendendam 4. Janganlah terpengaruh oleh gosip          ...