Postingan

Cerita Girsang Di Tanah Pakpak Dairii

Gambar
  "𝐒𝐈 𝐆𝐈𝐑𝐒𝐀𝐍𝐆 𝐃𝐀𝐍 𝐑𝐀𝐉𝐀 𝐘𝐀𝐍𝐆 𝐒𝐄𝐑𝐀𝐊𝐀𝐇" Pada zaman dahulu hiduplah seorang wanita yang bernama si Mena dan suaminya yang bernama Si Girsang. Mereka memiliki seorang anak laki-laki yang bernma si Ciban Kiri. Sekarang Ciban Kiri terus-menerus sakit. Oleh karena itu, Girsang memerintahkan seorang dukun untuk menyiapkan obat dan ketika sudah siap, bertanya kepada dukun tentang penyebab penyakit anaknya.  Girsang bertanya kepada peramal tentang penyebab penyakit anaknya. "Anakmu, disiksa oleh sombaon dan perlu diusir agar sembuh."jawab sang peramal.  “Baik Tuan, jadi apa yang harus kulakukan sekarang?”, kata girsang bertanya kepada dukun itu.

Sejarah Marga Silalahi

Gambar
 Stamboon tahun 1908 jelas menuliskan marga Sihaloho menduduki posisi sebagai Boru[Berru ; Pakpak] di Pakpak Pegagan. Jika kita runut langsung di Daerah Pakpak Pegagan, marga Haloho menjadi Boru dari Marga Matanari Pakpak. Sinkron dengan pengakuan Marga Sihaloho yang mengatakan jika Loho Raja mempersunting kembali paribannya putri dari Marga Matanari.  Lebih jauh lagi ,Wkh Ypes tahun 1932 memaparkan adanya larangan perkawinan antara Pria dari marga Matanari dengan Wanita dari keturunan Silahisabungan [ Silalahi]  karena Silahisabungan dahulu menikah dengan putri marga matanari .

Silalahi Dan Paropo

Gambar
𝗞𝗲𝗮𝗱𝗮𝗮𝗻 𝗪𝗶𝗹𝗮𝘆𝗮𝗵 𝗦𝗶𝗹𝗮𝗹𝗮𝗵𝗶 𝗱𝗮𝗻 𝗣𝗮𝗿𝗼𝗽𝗼 𝗱𝗮𝗹𝗮𝗺 𝗟𝗮𝗽𝗼𝗿𝗮𝗻 𝗟. 𝘃𝗮𝗻 𝗩𝘂𝘂𝗿𝗲𝗻[ 𝘀𝗲𝗼𝗿𝗮𝗻𝗴  𝗟𝗲𝘁𝗻𝗮𝗻 𝗜𝗻𝗳𝗮𝗻𝘁𝗲𝗿𝗶 𝗛𝗶𝗻𝗱𝗶𝗮 𝗕𝗲𝗹𝗮𝗻𝗱𝗮 ]𝗧𝗮𝗵𝘂𝗻 𝟭𝟵𝟬𝟴 Seperti telah disebutkan dalam pendahuluan, Silalahi dan Paröpö adalah pemukiman yang didiami oleh pendatang dari Balige. Silalahi Saboengan adalah orang pertama yang menetap di sana. Ia menikah dengan seorang perempuan Pakpak dari Pegagan Pakpak bermarga Matanihari, bernama Si Pinggang, yang melahirkan tujuh orang anak laki-laki, yang kemudian menjadi leluhur dari marga-marga dan pemukiman di Silalahi dan Paröpö. Nama-nama mereka masih dapat ditemukan pada desa-desa yang mereka dirikan dan pada marga-marga yang berkuasa di sana. Dengan mencermati lebih dalam, tampak bahwa keturunan dari masing-masing leluhur tersebut secara bergantian menetap di Silalahi dan Paröpö. Nama-nama kampung di wilayah itu juga masih menunjukkan nama-nama para leluhur tersebut. Keturunan Si Lóh...

Radja Asah Udjung

Gambar
 "Radja Asah Udjung" Raja Ekuten dari Sidikalang Pakpak Keppas. Beliau sempat menampung  Tuan Padiradja  Girsang dan keluarga dirumahnya di Sidikalang. Tuan Padiradja adalah Raja Silimahuta Simalungun yang melarikan diri ke wilayah Dairi  dari revolusi sosial di Simalungun tahun 1946. Bahkan Radja Asah Udjung  menikah dengan wanita dari keluarga Raja Silimahuta itu. Sumber  FB Jan Edward Sipayung

Tuan Padiradja Girsang

Gambar
 "MENGENANG REVOLUSI SOCIAL  03 MARET 1946" TUAN PADIRADJA GIRSANG Raja Kerajaan silimakuta yg terakhir. beliau meninggal pada maret 1946 ketika revolusi sosial terjadi di wilayah Sumatera Timur. Kini namanya menjadi nama jalan propinsi yg menghubungkan kecamatan pamatang silimahuta dgn kecamatan silimakuta. Terdapat tujuh generasi raja yang memerintah Silimakuta. Oleh karenanya, Girsang, pendiri Kerajaan Silimakuta, diperkirakan hidup pada abad ke-18. Kerajaan Silimakuta ini didirikan oleh Datu Parulas dan mendirikan kampungnya Naga Saribu yang menjadi ibukota kerajaan Silimakuta. #SaveHasimalungunanta Sumber FB Jan edward sipayung

Rakoet Bessi Bataklanden

Gambar
 Sumber : Rakoet Bessi, Bataklandent Datum/Date: 1905 Bijzonderheden/Additional: Fotogravure uitgegeven door J.B. Obernetter, München Herkomst/Provenance: Onbekend Kererangan : Dari Bang Samson Girsang Rumah tersebut ada pengaruh Karo, dan memang menurut turi2an Orang Tua Kami, Arsiteknya juga Orang Kita Karo dan Nama Rumah adatnya jg Bukan Jabu Bolon tapi Rumah Baggal. Sementara Saya blm bisa menganalisa Rumah Baggal yg mana yg dlm Photo ini, karna kalo gk salah smpe pd thn 1990 aja masih ada sekitar 5 Rumah lg. 2 di Halaman Jawak, 1 di Rumah Uruk, 2 lg di Rumah Juluan. Dan trkhir Saya Pulang thn 2007 yg di Rumah Juluan tnggal 1. Krn yg satu lg namanya Rumah Rassang sdh di Robohkan krn sdh lama gk ada Pnghuninya.  Kontribusi : Dori Girsang

Jejak Urung Sipitu Huta

Gambar
--URUNG SIPITU HUTA TONGGING ( KERAJAAN TOBA)-- Urung Si Pitu Huta Tongging (keradjaan Toba), bersidang di Tongging. Pimpinan : Raja Urung Tongging.  -Pembantu-- a. Penghulu  Kesain Rumah Beringin kampung Pengambatan; b. Penghulu Turpuk Kampung Garingging; c. Penghulu Kesain Munthe Kampung Tongging.  Sumber Bacaan : Jan Edward Sipayung 1. Adatrechtbundels XXVIII Gayo- Alas -En Bataklanden tahun 1936 2. Foto "Istri Raja Pangambatan tahun 1890.

Jejak Tuan Nagori Marga Purba

Gambar
 "Si Buttu marga Purba "  Dia adalah saudara dari Tuan Nagori ( Daerah Haranggaol Simalungun). Dia menemani Joachim Freiheir Von Brenner yang mengunjungi daerah Nagori dan Purba Saribu pada bulan April 1887. Si Buttu adalah seorang pemuda yang tampan dengan rambutnya yang panjang , demikian Van Bonner menuliskannya dalam laporan perjalanannya. Sumber bacaan : " Besuch bei den Kannibalen Sumatras,1894" Jan Edward Sipayung

Pinomparni Op Datu Rajim Purba Sigulang Batu

Gambar
Op. Saritaon Purba Pomparan ni Oppung Datu Rajim Dan Datu Rajim sendiri adalah Adik dari Oppung Raja Somalate  Anak Oppung Raja Somalate Adalah Oppung Datu Parulas/Parultop  yang merupakan keturunan dari Purba Sigulang Batu. Monumen Op Saritaon Purba di Bakti Raja Humbang Hasundutan Purba Sigulang Batu anaknya ada 2 (dua) yakni  1. Partaliganjang (Parlangka Jolo) 2. Guru Sotangguon. Anaknya Guru Sotangguon ada 2 (dua) yaitu : 1. Somalate 2. Datu Rajim Anaknya Somalate ada 2 yaitu : 1. Juaro Parultop   (Raja Langit)  2. Datu Parulas  (Raja Ursa)  Anak Oppung  Datu Rajim  1. Parsaritaon 2. Guru Manotang 3. Oppu Bagonda 4. Oppung Siborboran 5.  Oppung Garaga Julu 6.  Sihuta Tano Keturunan oppung Datu Rajim  inilah yang Memakai  Nama Oppung Sigulang Batu dan Mereka disebut Marga Purba Sigulang batu

Tarigan Gersang

Gambar
Dalam Terombo TARIGAN GERSANG Rumah IJUK Namotumpa ini disebutkan: Bangsa Tarigan Gersang berasal dari kampung Nagaseribu keturunan nya lah menyebar kebeberapa kampung Di Tanah Karo Antara Lain : Namomirik Gunung jahe Kampung Merdeka  Durin Jangak Keriahen tani/sembahe Kuta mbelin Namo gajah di daerah kecamatan Kutalimbaru/pancurbatu Dan kampung Puang Aja/ Sibolangit daerah sepuluhdua kuta  keturunannya Mulia Tarigan alm dan Ny.Likas Tarigan Djamin Ginting ketika naskah ini disusun pada tahun 2005 oleh; Nama Tarigan Gersang yang lahir di Namotumpa pada 10 Pebruari 1939 beralamat Sp.tuntungan Pancurbatu telah dituliskan sampai kegenerasi yang ke 6 saja walaupun menurutnya saat itu sudah mencapai sekitar 8 generasi . Girsang Ruma Ijuk Adalah Salah Satu Sub Marga Girsang  yang Berasal dari Nagasaribu Keturunan Tuhan Nagasaribu di Tanah Sinalungun  Info Dari Group Etaham Masahapi Adat Pakon Budaya Sinalungun  Oleh Sada Arih Sinulingga

Pangambatan Dan Nagori

Gambar
               PANGAMBATAN DAN NAGORI                          3 -14 April 1887 Pagi-pagi sekali kami meninggalkan Kaban Djahe, kami berjalan menuju ke arah Barat desa ini. Kami naik ke perbukitan yang menyajikan pemandangan alam yang indah yang menyegarkan mata. Lalu kami bergerak sedikit ke arah selatan, didepan kami ada bekas medan perang karena dibeberapa titik kami menemukan banyak ranjau/jebakan jadi harus hati-hati dalam melangkahkan kaki. 

Jejak Tuan Padiradja Girsang

Gambar
                      Tuan Padiaradja Girsang  Tuan Padi Raja Girsang Adalah Raja kerajaan silimakuta yang terakhir. Beliau meninggal pada maret 1946 ketika revolusi sosial terjadi diwilayah Sumatera Timur. Kini nama nya menjadi nama jalan provinsi yang menghubungkan kecamatan silimahuta dengan kecematan silimakuta. Terdapat tujuh generasi raja yang memerintah silimakuta. Oleh karenanya, Girsang, pendiri kerajaan silimakuta diperkirakan hidup pada abad ke 18. Kerajaan silimakuta ini didirikan oleh Datu Parulas dan mendirikan kampung nya di Naga Saribu yang menjadi ibukota Kerajaan Silimakuta. Monument Tuan Padi Raja Girsang Terletak di Desa Tiga Raja Simpang Nagasaribu Kecamatan Pematang Silimahuta Kabupaten Simalungun Sumatera Utara

Silahisabungan

Gambar
 SI LAHISABUNGAN "Dalam Laporan W. K. H. Ypes , Residen Tapanuli tahun 1921-1926" Dari Silalahi keturunan Silahisabungan menempati seluruh wilayah Silalahi , Paropo ( Peta Dairi diarsir nomor 8) , Tolping (  Peta wilayah Samosir nomor 14-e), Pagar Batu, Baruara, Lumban Gaol sampai wilayah Silombu , Lumban Holbung dan Dolok Saribu ( Peta wilayah Toba nomor 10d , 15,16, 42c, 41c dan 37c). Sigotom ( peta wilayah Silindung nomor 38)  Batu Batu dan Pasir Belo ( Wilayah Boven Singkil nomor 17 dan 19) dan menempati sebagian besar wilayah Lingga Raja , Pegagan Hilir dan Silimapungga-pungga ( peta Wilayah Dairi nomor 5,6 dan 11), Parbaba ( peta wilayah Samosir nmor 17) , Sitorang ( peta wilayah Toba nomor 26). Kemudian mereka juga ditemukan di wilayah Kepas, Siempat Nempu ( Peta Wilayah Dairi nomor 9 dan 10) Nagasaribu , Parsambilan Julu, Tutupan, Motung dan Sibisa ( peta wilayah Toba nomor 23,28,35 dan 47) Badiri, Sibuluan, Tukka ( peta wilayah Sibolga nomor 7 dan 5) Janji Angkol...

Nagasaribu Silimakuta

Gambar
Ternak kerbau di nagasaribu silimakuta sekitar tahun 1905                   Sumber : KITLV                           Kampoeng Nagasariboe                       Kitlv 1883

Ssketsa Geritan Nagasaribu Silimakuta

Gambar
 Sketsa "geritan" di Nagasaribu, Silimakuta yang dilukis oleh G Meijer yang mengunjungi Nagasaribu pada tahun 1883. Menurut informasi, Geritan ini berisi tulang belulang pendiri kampung Nagasaribu. Sumber : Hagen, 1883

Jenis Atau Nama Kematian Masyarakat Simalungun

Gambar
Masyarakat  Simalungun  memiliki  jenis-jenis  tingkat  kematian,  yaitu  matei mardaroh,  matei  manorus,  matei  dakdanak,  matei  marlajar  garama/anak  boru, matei  garama/anak  boru,  matei  matua/matei  matalpok,  matei  sari  matua,  matei sayur  matua,  matei  layur  matua.

Kisah Orang Toba Mendapat Sawah Di Siantar

Gambar
𝐃𝐀𝐑𝐈 𝐇𝐀𝐋 𝐎𝐑𝐀𝐍𝐆 𝐓𝐎𝐁𝐀 𝐌𝐄𝐍𝐃𝐀𝐏𝐀𝐓 𝐒𝐀𝐖𝐀𝐇 𝐃𝐈 𝐒𝐈𝐀𝐍𝐓𝐀𝐑. Dengan banjak hormat dan beriboe riboe ampoen, saja Andreas Hoofd der Tobaneezen, ija itoe kepala daripada segala orang Toba jang tinggal di negeri Simeloengoen, maaloemkan kepada segala Toean-toean dan Radja-radja dan kepada sekalian orang kebanjakan pendoedoek Tanah Batak Toba Residentie Tapanoeli Soematra Ostkust ijaitoe ketoeroenan daripada Toean Sorimaharadja gelar Ompoe Radja Batak sebagai jang dimoehoenkan di bawah ini. Bahwa ditanah Simeloengoen, ijaitoe Residentie Ooskust van Soematra, amat lebar tanahnja jang kosong, jang tida dikerdjai oleh anak negri disana, melainkan tinggal sadja hoetan toea dan alangalang jang tida membri kahasilan apa-apa maskipoen itoe tanah amat bagoes sekali dan ajernjapoen banjak djoega, jang boleh diambil mendjadikan sawah. Segala tanam-tanaman jang bisa ditanam disana, semoeanja mendjadi dan lekas dapat boeah jang baek. Sesoedah Gouvernement menetapkan tempat waki...

Dolok Singgalang

Gambar
  1908-1930: 'Seriboe Dolok' on Karo Plateau, 'Seriboe Dolok' at 'Singgalan' - Postcard. HQ

Huta TinggirTongging

Gambar
  1870: View over Lake Toba from rice fields, near Tongging (Huta Tinggir), in the Karo plateau 1 Nederlands: Foto. Een Karo Batak huis in een langs het Tobameer gelegen dorp op de Tongging  Karo-hoogvlakteca. 1870 K. Feilberg (Fotograaf/photographer).

Rakoet Besi Tempo Doeloe

Gambar
  1917: Karo village 'Rakoet Besi', left in front the 'Lesoeng'. Kampung Rakut Besi di Masa Kolonial yang sekarang masuk ke Kecamatan Silima Kuta (Kabupaten Simalungun).